Ini adalah artikel kedua dari Batu Citrine yang merupakan batu kelahiran bulan November. Artikel lainnya dapat dibaca di posting sebelumnya, Citrine, Keindahan Warna Kuning Keemasan.
Penggunaan batu permata Citrine untuk penyembuhan telah lama dikaitkan dengan mental, fisik, kesehatan rohani, dan energi cakra, yang telah lama dihormati sebagai penghilang rasa sakit, stres, depresi, dan kecemasan dalam pikiran, tubuh dan jiwa. Penyembuh spiritual percaya bahwa pendekatan ini merupakan suatu alternatif yang sangat berguna bagi kesehatan.
Penyembuhan mental
Seperti disebutkan di atas, para penyembuh ataupun para tabib menganggap Citrine, sebuah batu yang memiliki kekuatan dan 'kepercayaan diri' di dalamnya, mampu menyembuhkan pikiran dari perasaan rendah diri dan mampu menangani kritik negatif dari luar. Juga baik, menurut orang-orang yang percaya, sebagai batu pembangkit energi yang dapat membulatkan kekuatan tekad, optimisme, kepercayaan diri dan disiplin diri. Ciri-ciri kesembuhan mental dengan batu ini diantaranya adalah kemampuan untuk membangunkan pikiran, membuat pencerahan, meningkatkan pengetahuan tentang diri, relaksasi umum, kesembuhan emosional, perlindungan terhadap ketakutan berlebihan, depresi, kecemasan akan uang dan keamanan. Lebih lanjut, karena Citrine memiliki kemampuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran diri, para penyembuh abad ini merekomendasikannya untuk digunakan saat introspeksi, saat membuat pilihan atau saat membutuhkan solusi kreatif.
Penyembuhan fisik
Sebuah batu penyembuh mampu memberikan kekuatannya untuk membersihkan tubuh dari racun dan menjaga regenerasi jaringan tubuh. Citrine sendiri sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, peredaran darah dan sistem saluran kencing. Kebanyakan orang mempercayainya sebagai penghilang racun pada chakra kedua dan ketiga, dan memiliki kekuatan untuk membantu menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh racun, penyakit karena asam pada pencernaan, sirkulasi darah yang buruk, serta gangguan dan alergi makanan.
Peran Citrine dalam tidur, insomnia, meditasi dan bermimpi
Beberapa batu permata, kristal dan mineral telah lama diyakini dapat membantu tidur, berpengaruh pada mimpi, berpangaruh pada insomnia (sulit tidur), mimpi buruk, kualitas istirahat, perkembangan psikis, dan kesadaran energi mental. Sebagian lainnya mengatakan batu permata dapat bekerja di pikiran bawah sadar dan spiritual, membawa mental, emosional, dan fisik, berpengaruh pada transisi tidur, bersifat menenangkan dan kadang-kadang dapat menghentikan gangguan tidur seperti Sleep Apnea, mendengkur, melemparkan dan berpaling, pelega stres, susah tidur atau tidur berjalan.
Meskipun sifat-sifatnya sebagai asisten tidur, secara terbatas, Citrine telah dikenal oleh penyembuh zaman sekarang untuk merangsang proses mimpi.
Sumber: http://www.jewelrysupplier.com/2_citrine/citrine_healing.htm

Bulan November adalah saat yang sangat pas untuk membahas batu permata ini.
Citrine adalah batu kelahiran bulan November, serta direkomendasikan sebagai hadiah untuk pasangan yang merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-13.
Citrine adalah batu permata bumi yang paling terjangkau karena ketahanannya dan ketersediaannya yang luas. Citrine, suatu bentuk kuarsa, mengambil nama dari kata Prancis, "citron", yang kurang lebih berarti buah jeruk lemon. Citrine tersedia dalam berbagai range warna keemasan, mulai warna lemon, warna jerami, hingga warna matahari kuning emas. Ini setara dengan warna oranye, cokelat, ataupun merah Madeira. Umumnya harga batu ini lebih murah daripada batu Amethyst (kecubung), dan tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk kalibrasi termasuk ukuran yang sangat besar.
Warna Citrine yang menawan dapat membuat semua gaya perhiasan menjadi "hidup", dan jika dipadukan dengan emas kuning, akan menjadi perpaduan yang sangat indah. Harga yang tidak terlalu tinggi membuatnya menjadi batu yang ideal dan populer untuk perhiasan one-of-a-kind ataupun customized.
Potongan batu yang baik dapat menentukan kualitas Citrine, dan membuatnya setara dengan permata kuning yang lebih mahal seperti safir kuning. Selain itu, Citrine dapat berukuran sangat besar (di atas tiga karat), dan memiliki kedalaman warna yang langka yang menyebabkannya menjadi batu permata yang berharga. Walaupun secara tradisional batu ini dalam warna oranye gelap dan nuansa merah merupakan yang paling berharga, yang bernuansa terang lemon pun sangat populer dalam beberapa tahun terakhir.
Pada zaman kuno, Citrine dilakukan sebagai perlindungan terhadap bisa ular dan pikiran jahat. Juga untuk memberikan ketenangan dan keseimbangan mental kepada para pemakainya.
Kebanyakan Citrine ditambang di Brazil. Ketersediaan paling banyak ada di negara bagian Rio Grande do Sul Brasil, terutama dari tambang Serra. Tambang Ira juga menghasilkan sejumlah besar permata.
Batu-batu ini umumnya terjadi melalui proses geodesi sebagaimana halnya batu Smoky atau batu Amethyst (kecubung). Panas mengubah mereka menjadi jernih dan kemudian memberikan warna permanen kuning hingga merah kecoklatan.
Citrine kadang-kadang disebut sebagai topaz kuarsa, namun pernyataan ini tidak benar. Nama tersebut diberikan mungkin karena warnanya yang kadang-kadang mirip dengan topaz. Tapi karena topaz adalah mineral yang terpisah, nama tersebut dapat membingungkan dan sebaiknya tidak digunakan.
Kadang-kadang, alam menggabungkan warna Amethyst dan Citrine menjadi satu jenis batu permata baru yang disebut Ametrine.
Dengan peringkat "7" pada skala Mohs kekerasan (dari 1-10, dengan "10" mewakili berlian, mineral yang paling sulit di bumi), citrine memiliki ketahanan yang sangat baik dan cocok untuk dipakai sehari-hari. Namun, karena banyak Citrine yang dijual di pasaran saat ini telah diperlakukan panas untuk meningkatkan warna, batu ini harus disimpan jauh dari kontak cahaya atau panas yang kuat terlalu lama.
Sumber: http://www.jewelry.com